Rabu, 11 Maret 2015

Hujan, Kapan datang lagi?

h u j a n . . . 
kebanyakan orang menganggap kata "hujan" sebagai titik-titik air yang turun dari langit. namun, sebagian orang bisa saja mengartikannya lain, seperti aku. saat sedih, hujan bisa dijadikan refleksi diri kalo saat itu kita sedang sedih alias sedang meneteskan air mata. namun, disaat lain hujan juga dianggap sebagai sosok yang ditunggu-tunggu, karena turun atau datang pada saat yang tidak tentu, mungkin saat langit telah mengijinkannya untuk jatuh ke bumi (re : Tuhan).

seperti layaknya aku, yang sedang menunggu hujan. yang selalu terbayang-bayang akan hujan seperti apakah yang akan datang, kapankah datang, apakah disaat yang tepat atau disaat aku belum siap, disaat aku yang sudah lebih baik atau masih dalam persiapan, disaat tanah sedang kering atau malah masih dalam keadaan basah. iya hujan. kapan kau datang lagi? setelah hujan-hujan sebelumnya hanya datang sebagai gerimis karena tidak dapat diserap bumi, hanya sekedar lewat bagai jalan pintas. hujan? aku berusaha mengerti. aku akan menunggu walaupun tidak sabar, aku akan percaya walaupun gelisah, dan aku akan mengerti walaupun takut ingkar janji. pada akhirnya, aku tetap hanya bisa berandai kapan hujan rintik atau hujan deras itu akan datang lagi dalam bentuk utuh tanpa rintik-rintik gerimis yang hanya mampu mengalihkan pandangan saja, tanpa berusaha untuk berhenti selayaknya janji yang harus ditepati. dan berucap, bisakah dipercepat? apakah diijinkan? Semoga....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar